Apa Fungsi Hormon Kalsitonin ?

Diposkan oleh susanto

Apa Itu Kalsitonin?

Pengertian kalsitonin adalah hormon protein yang terdapat pada manusia dan mamalia lainnya, terutama disekresikan oleh sel parafollicular (sel C) kelenjar tiroid. Hormon ini juga disebut thyrocalcitonin. Pada manusia, hormon kalsitonin terdiri dari 32 asam amino. Pada hewan seperti ikan dan burung, kalsitonin disekresikan oleh sel-sel dalam kelenjar.

Fungsi hormon kalsitonin utamanya adalah untuk meningkatkan kandungan kalsium tulang dan menurunkan kadar kalsium darah saat naik di atas normal. Ini juga menurunkan kadar fosfor darah saat naik di atas normal. Hormon kalsitonin menentang efek hormon paratiroid, yang berfungsi untuk meningkatkan kadar kalsium dalam darah.

Apa Fungsi Hormon Kalsitonin ?


Hormon paratiroid mencapai hal ini melalui beberapa tindakan yang melibatkan tulang, ginjal dan usus. Ini merangsang pelepasan kalsium dari tulang dimana disimpan dalam jumlah besar, sehingga meningkatkan penghancuran tulang dan menurunkan pembentukan tulang baru. Ini menurunkan jumlah kalsium yang hilang dalam urin dan merangsang produksi vitamin D aktif di ginjal. Ini juga meningkatkan jumlah kalsium yang diserap dari makanan di usus melalui pengaruhnya terhadap metabolisme vitamin D.

Apa Fungsi Hormon Kalsitonin ?

Beberapa contoh fungsi hormon kalsitonin dijelaskan di bawah ini:
  1. Fungsi hormon kalsitonin menekan aktivitas sel dalam tulang yang disebut osteoklas. Osteoklas melarutkan jaringan tulang yang digantikan oleh jaringan baru yang dibentuk oleh sel yang disebut osteoblas. Hormon kalsitonin bekerja pada reseptor yang ada pada permukaan osteoklas untuk mencegahnya menghancurkan tulang. Di bawah mikroskop, pengikatan hormon kalsitonin ke reseptornya tampak menyebabkan osteoklas kehilangan batas yang acak-acakan, yang mengacu pada membran sel yang dilipat dengan kompak yang membantu pengangkatan tulang dengan meningkatkan luas permukaan sel untuk penyerapan.
  2. Funsi hormon kalsitonin mencegah hilangnya kalsium dari tulang, yang sangat penting dalam kondisi yang dapat menyebabkan kehilangan kalsium seperti kehamilan atau jarang bergerak dalam waktu lama karena patah tulang atau serangan jantung. Kalsium yang hilang dari tulang bisa membuat tulang menjadi rapuh, keropos dan rentan patah tulang.
  3. Fungsi hormon kalsitonin berperan dalam menjaga kadar vitamin D dalam darah tetap normal.
  4. Fungsi hormon kalsitonin juga mengatur kadar kalsium dan kadar mineral lainnya di dalam ginjal. Ini mencegah penyerapan kembali fosfat oleh ginjal dan meningkatkan penyerapan kembali kalsium dan magnesium ginjal, yang menyebabkan ekskresi kalsium meningkat melalui urin.
  5. Contoh suatu kondisi yang diobati dengan menggunakan kalsitonin meliputi penyakit paget pada tulang dan hiperkalsemia (kalsium darah tinggi secara kronis). Penyakit paget menyebabkan pemadatan tulang yang cepat dan tidak teratur yang menyebabkan tulang menjadi sakit dan lemah. Fungsi hormon kalsitonin mengurangi omset tulang pada pasien dengan kondisi ini.
  6. Tingkat keropos tulang menjadi lebih cepat pada wanita pasca menopause dan pada mereka yang menderita osteoporosis, di mana penipisan tulang muncul karena penurunan pembentukan tulang atau peningkatan resorpsi tulang, fungsi hormon kalsitonin berperan untuk memperbaiki kepadatan dan kekuatan tulang.
  7. Fungsi hormon kalsitonin membantu menjaga tingkat normal kalsium darah, terutama dengan mencegah tingkat kalsium meningkat di atas normal setelah makan. Salah satu cara hormon kalsitonin melakukan ini adalah dengan mencegah penyerapan kalsium dari usus.
  8. Pada beberapa mamalia, hormon kalsitonin nampaknya berperan dalam rasa lapar dan kenyang.
Peningkatan sekresi kalsitonin dan aktivitas hanya bertahan beberapa hari dan pasien dengan hiperkalsemia tidak memiliki kadar hormon kalsitonin serum yang tinggi. Pada pasien dengan karsinoma tiroid meduler, di sisi lain, sel C kanker mengeluarkan sejumlah besar kalsitonin. Pasien ini memiliki kadar hormon kalsitonin serum yang tinggi namun kadar kalsium serumnya normal. Kondisi lain di mana konsentrasi hormon kalsitonin juga dapat meningkat termasuk kanker paru-paru dan beberapa tumor pankreas, khususnya, tumor yang mengeluarkan insulin yang disebut insulinoma.

Artikel Populer